Sign~


pengen mulai nulis cerita lagi... 

tapiiii... kalau nggak selesai nanti pembacanya kesel... =.=""

ya udahlah daripada nanti ide ceritanya kebuang aku taro di sini aja...

_____________________________________________________________

"apa kau membaca pesan yang kukirimkan kepadamu?"
"apa kau membacanya?"

***

entah sudah berapa lama waktu berlalu sejak aku berada di dalam perpustakaan ini sejak tadi pagi.
tempat yang kata orang-orang kuno dan sudah tidak cocok dengan jaman serba digital ini. tapi entah kenapa aku selalu suka berada di sini. di antara banyaknya rak-rak buku setinggi lebih dari 2 meter, bau buku-buku lama dan kadang aku juga bisa mencium bau-nya. bau gadis itu. dibanding bau mungkin lebih tepat jika aku menyebutnya sebagai wangi, wangi parfum Narsha yang beraroma lembut seperti buah leci.

Iya, kadang aku masih bisa merasakan keberadannya di antara barisan-barisan rak buku ini. 

jujur saja aku tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan gadis itu di perpustakaan di hari naas itu. Hampir satu tahun yang lalu, pada pukul 11 siang terjadi gempa besar. seluruh murid sekolah langsung berhamburan keluar kelas dan menuju ke lapangan besar untuk berlindung dari gempa. Tapi Narsha yang satu kelas denganku malah beranjak pergi ke perpustakaan.

"aku akan segera kembali." itulah yang dikatakannya saat kutanya apa yang akan dilakukannya. tapi gadis itu tidak kunjung kembali. Ia hilang seakan ditelan bumi. tidak ada jejak yang menunjukan kemana ia pergi. hanya sebuah pena berwarna pink yang tergeletak di antara barisan rak buku perpustakaan ini. aku yang memungut pena itu di perpustakaan saat mencarinya setelah runtunan gempa berhenti dan gedung sekolah dinyatakan aman. pena pink itu milik Narsha, aku selalu melihatnya menggunakan pena pink itu saat menulis catatan.

kalau tidak salah di sini. Iya di sini. Aku berhenti di antara rak-rak buku yang berisi ensiklopedia jaman Renaisans.  rak buku dengan salah satu koleksi terseram di penjuru perpustakaan. Menurut mitos sekolah ini, diantara buku-buku ini terdapat grimoire hitam yang merupakan buku ritual dari para pengikut Satan. menurut mitos itu dulu di sekolah ini terdapat sebuah kelompok penyembah Satan dan karena itu setiap satu tahun sekali Satan akan mengunjungi sekolah ini. Bulu kuduk-ku terasa merinding membayangkannya. bagaimana mungkin aku merasa takut karena mitos konyol itu?

aku baru akan melanjutkan langkahku saat mataku menangkap sesuatu yang menarik perhatianku di antara barisan teratas rak buku di sebelah kiriku. diantara buku-buku itu aku bisa melihat tulisan S-A-M-U-E-L , Samuel ?? Namaku. tepatnya keenam buku itu memiliki keenam huruf S-A-M-U-E-L yang dilingkari pada tiap hurufnya. Apa ini hanya kebetulan?

segera kuberlari ke ujung rak buku itu dan menarik tangga geser yang ada di sana ke depan rak buku di sebelah kiriku. kupanjat tangga dan kuperhatikan keenam buku itu dan hal itu membuatku terkejut karena aku melihat adanya sebuah notes kecil dan tipis di antara buku dengan huruf M dan U yang dilingkari. aku terbatuk-batuk saat debu-debu dari buku-buku tua itu berterbangan ketika kutarik notes kecil itu. Sampul bukunya yang berwarna coklat terlihat lebih baru dari antara buku-buku lainnya yang ada di rak-rak buku itu. kubuka halaman pertamanya, halaman kosong dengan kertas putihnya yang sedikit menguning. mungkin buku itu baru berada di antara buku-buku ini selama  beberapa tahun, belum terlalu tua. kubalik halamannya menuju ke halaman kedua. buku ini seperti catatan dengan tulisan yang tidak beraturan. kulanjutkan lagi mencoba membaca halaman-halaman buku itu. setelah sampai di halaman ke 5 aku menyadari siapa pemilik buku ini. Aku yakin itu Narsha. tulisan tangan milik Narsha.

Aku langsung membalik cepat halaman buku itu ke halaman terakhir yang memiliki tulisan. 

- Satan itu benar-benar ada -

sedikit terkejut dengan tulisan pertama itu, tapi Narsha memang gadis yang unik. ia tertarik pada hal-hal mistis... kulanjutkan membaca notes itu.

- ia akan muncul besok pukul 11 siang di perpustakaan -
- aku akan menemuinya. tapi ada sedikit masalah - 
- ia mungkin membawaku ke dunianya, helix - 

jadi itu yang dilakukannya? tapi tunggu, apa artinya saat ini Narsha ada di Helix? 

- hanya ada satu cara untuk kembali, harus menemukan grimoire-nya dan membaca mantra untuk membuka gerbang helix kembali -

jadi Narsha pergi ke Helix tapi tidak memiliki grimoirenya? dasar gegabah!

cepat-cepat kubalik halaman itu lagi tapi tidak ada tulisan apa pun di sana. Narsha?! apa yang sebenarnya gadis itu inginkan dengan menyelipkan buku ini diantara buku-buku dengan inisial namaku? aku membolak-balik halaman dengan cepat tapi hal itu malah membuat buku itu terjatuh ke lantai. buru-buru kuturuni tangga itu dan memungut notes Narsha. halaman buku itu terbuka pada halaman lain dengan tulisan yang berantakan seakan-akan ditulis cepat-cepat.

- jika aku tinggal di helix lebih dari satu tahun aku tidak akan bisa kembali lagi ke dunia. tolong temukan grimoire itu untukku, Samuel! - 

buku-buku yang menuliskan namaku itu memang ditandai oleh Narsha. Ia meminta tolong padaku...

"Jika aku tidak kembali, aku akan memberikan tanda untukmu..." 

Tentu saja. bagaimana mungkin aku bisa lupa apa yang dikatakannya sebelum menghilang hari itu?

***

____________________________________________________________________________

ya jadi cerpen deh... hahahaha...

maaf ya kalau ceritanya gantung... wkwkwkwk




mungkin kalau niat aku lanjutin... hahahahaha...

OMG udah jam segini aja...

kebiasaan deh kalau udah asyik nulis cerita... lupa waktu... jengjeng...

just hope you enjoy it... lol



see you next post!


Love, Angel~